ISTILAH - ISTILAH DAN KODE PADA BATERAI KENDARAAN BERMOTOR
Pada kotak baterai maupun pada katalog baterai kendaraan bermotor, biasanya terdapat detail spesifikasi baterai untuk memberikan informasi kepada pemakai baterai. Pada label yang menempel di kotak baterai ataupun pada katalog baterai, sering kita jumpai tulisan, angka, maupun kode baterai yang dapat memberikan informasi tentang detail spesifikasi baterai tersebut. Untuk dapat memahami istilah - istilah pada label dan katalog baterai, maka kita perlu mengetahui makna dari istilah - istilah tersebut. Berikut ini istilah - istilah yang sering dijumpai pada spesifikasi baterai:
Tegangan (Voltage)
Tegangan adalah beda potensial listrik yang dapat dihasilkan oleh baterai tersebut. Tegangan memiliki satuan volt. Besarnya tegangan baterai pada kendaraan bermotor pada umumnya adalah 12 volt.
Ampere hour (Ah)
Ampere hour (Ah) adalah satuan untuk kapasitas baterai (battery capacity), yaitu kemampuan baterai untuk mengeluarkan arus listrik dalam kurun waktu tertentu (dalam jam). Semakin tinggi nilai angkanya dalam Ah, maka kapasitas baterai akan semakin besar. Contohnya:
- Baterai dengan kapasitas 60 Ah, maka dapat diartikan bahwa jika baterai tersebut mengeluarkan arus listrik sebesar 60 ampere secara konstan dan terus menerus, maka kapasitas baterai tersebut akan habis dalam kurun waktu 1 jam.
- Baterai dengan kapasitas 60 Ah, maka dapat diartikan bahwa jika baterai tersebut mengeluarkan arus listrik sebesar 3 ampere secara konstan dan terus menerus, maka kapasitas baterai tersebut akan habis dalam kurun waktu 20 jam.
Watt hour (Wh)
Watt hour adalah daya listrik yang mampu dihasilkan baterai dalam perode waktu tertentu (dalam jam). Istilah Wh biasanya sering ditulis pada tipe baterai deep cycle. Semakin tinggi nilai angka Wh maka akan semakin besar daya listrik yang dapat dihasilkan oleh baterai tersebut.
Contohnya:
- Baterai dengan spesifiksai 1300 Wh, maka dapat diartikan bahwa jika baterai tersebut mengeluarkan daya listrik sebesar 1300 watt secara konstan dan terus menerus, maka daya listrik baterai tersebut akan habis dalam kurun waktu 1 jam.
- Baterai dengan kapasitas 900 Wh, maka dapat diartikan bahwa jika baterai tersebut mengeluarkan daya listrik sebesar 30 watt secara konstan dan terus menerus, maka daya listrik baterai tersebut akan habis dalam kurun waktu 30 jam.
Cold Cranking Ampere (CCA)
CCA adalah kemampuan baterai untuk dapat menghidupkan (menstart) mesin pada kondisi lingkugan yang dingin. Nilai CCA diukur berdasarkan besarnya arus listrik yang dapat dikeluarkan oleh baterai 12 volt pada suhu 0°F (-18°C) selama 10 detik sambil mempertahankan tegangan setidaknya 7,5 volt. CCA sangat sering tercantum pada spesifikasi baterai kendaraan bermotor karena dijadikan tolok ukur kemampuan starting baterai tersebut. Semakin tinggi nilai CCAnya, maka baterai tersebut akan memiliki kemampuan cranking (menstart/menghidupkan) mesin yang semakin baik, artinya mesin akan lebih cepat hidup. Contohnya baterai dengan spesifikasi 600 CCA akan memiliki kemampuan starting yang lebih baik pada kondisi mesin dingin daripada baterai dengan spesifikasi 550 CCA.
Cranking Ampere (CA) / Marine Cranking Ampere (MCA)
CA / MCA adalah besarnya arus listrik yang dapat dikeluarkan baterai bertegangan 12 volt pada suhu 32°F (0°C) selama 30 detik sambil mempertahankan tegangan setidaknya 7,2 volt. CA/ MCA jarang tertulis pada spesifikasi baterai, hanya saja MCA biasanya hanya tertulis pada baterai yang digunakan pada kendaraan laut dan alat perkebunan.
Hot Cranking Ampere (HCA)
HCA adalah besarnya arus listrik yang dapat dikeluarkan baterai bertegangan 12 volt pada suhu 80°F (27°C) selama 30 detik sambil mempertahankan tegangan setidaknya 7,2 volt. HCA juga jarang tertulis pada spesifikasi baterai.
Reverse Capacity Minutes (RC) / (RCM)
RC atau RCM adalah lamanya waktu (dalam menit) baterai bertegangan 12 volt dapat mengeluarkan arus listrik sebesar 25 ampere pada suhu 25°C, sampai tegangan baterai turun menjadi 10,5 volt.
Depth of Discharge (DoD)
DoD adalah kedalaman pengosongan baterai dalam persentase (%). Biasanya pada sepesifikasi baterai ditulis untuk mengetahui batas aman maksimal pengosongan baterai yang direkomendasikan. Contohnya:
Baterai dengan 75% DoD, maka artinya batas aman pengosongan maksimal baterai tersebut adalah 75% (masih tersisa 25% dari kapasitas baterai). Saat pengosongan baterai sudah mencapai angka 75%, maka baterai tersebut harus diisi ulang kembali (recharge).
State of Charge (SoC)
SoC adalah kebalikan dari DoD, yaitu kondisi isi kapasitas baterai dalam persentase (%).
Contohnya:
Baterai dengan 25% SoC, maka artinya kapasitas atau isi baterai tersebut masih 25% (sudah terjadi pengosongan 75% pada baterai).
Maintenance Free
Maintenance Free adalah istilah pada baterai yang tidak memerlukan perawatan berkala. Artinya tidak perlu pengecekan elektrolit dan penambahan air distilasi pada baterai secara berkala.
Battery Cycle
Battery Cycle adalah siklus baterai (proses pengosongan dan pengisian baterai). Satu siklus baterai adalah kondisi saat baterai digunakan sampai habis kapasitasnya kemudian diisi ulang kembali sampai kapasistas baterai penuh kembali. Biasanya battery cycle ditulis pada spesifikasi baterai untuk mengetahui masa pakai baterai tersebut.
Contohnya:
Baterai dengan spesifikasi 300 cycles, maka baterai tersebut dapat bertahan selama 300 siklus (pengosongan maksimal dan pengisian maksimal) sebelum baterai tersebut mengalami penurunan performanya.
Start-Stop Engine
Start-Stop Engine adalah fitur pada kendaraan guna menghemat bahan bakar, misal saat berhenti sejenak di lampu merah atau di kemacetan. Fitur ini memungkinkan untuk mesin mati secara otomatis saat di lampu merah dan hidup otomatis saat menginjak pedal gas.
Kode Standart Baterai JIS
Kode standart baterai JIS merupakan kode yang paling sering dijumpai pada baterai yang beredar di Indonesia. Oleh karena itu, sebaiknya kita perlu mengerti arti kode tersebut untuk membantu kita mengetahui spesifikasi baterai.
Kode Standart Baterai JIS Baru
- Kemampuan baterai berdasarkan kemampuan starting (menghidupkan mesin) dan kapasitas baterai. Semakin tinggi angkanya maka kemampuan baterai akan semakin baik.
- Ukuran lebar dan tinggi baterai, semakin akhir huruf abjadnya, maka dimensi baterai akan semakin lebar dang tinggi.
- Ukuran panjang baterai dalam cm. Contoh bila tertera 20, maka panjang baterai tesebut adalah 20 cm.
- Posisi terminal baterai bila dilihat dari atas. Bila "L" berarti terminal ada di sebelah kiri, sedangankan "R" berarti terminal ada di sebelah kanan.
Kode Standart Baterai JIS Lama
- Bila N artinya Nippon, bila NS artinya ukuran dimensi baterai lebih kecil dari normal.
- Kapasitas baterai (Ah). Khusus untuk NS, maka kapasitas baterai berkurang 20% dari angka yang tertera. Contohnya:bila tertulis N40L, maka kapasitas baterai tersebut adalah 40 Ah, tetapi bila tertulis NS40L, maka kapasitas baterai tersebut berkurang 20% dari 40 Ah, sehingga menjadi 32 Ah.
- Bila Z artinya dimensi sama tetapi kemampuan baik atau kapasitas baterai lebih besar.
- Posisi terminal baterai bila dilihat dari atas. Bila "L" berarti terminal ada di sebelah kiri, sedangankan "R" berarti terminal ada di sebelah kanan.
Komentar
Posting Komentar