CARA MELAKUKAN PERAWATAN BERKALA PADA MESIN MOBIL EFI

Perawatan berkala pada mesin biasanya dilakukan setiap 5.000 km atau 10.000 km sekali. Perawatan berkala pada mesin yang diakukan setiap 5.000 km sekali biasanya sering disebut dengan istilah Engine Tune-up (Tune-up Mesin). Pekerjaan yang dikakukan pada saat tune-up mesin biasanya hanya mencakup pemeriksaan kondisi komponen-komponen mesin. Sedangkan perawatan berkala yang dilakukan setiap 10.000 km sekali meliputi pemeriksaaan dan penggantian komponen-komponen mesin. Lalu mengapa perawatan berkala pada mesin mobil perlu dilakukan? Jawabannya adalah untuk menjamin mesin mobil tetap aman saat beroperasi dan menjaga performa mesin tetap pada kondisi optimalnya. Selain itu, dengan dilakukannya perawatan berkala yang rutin, dapat memperpanjang usia mesin dan menghemat biaya perbaikan dengan meminimalisir terjadinya kerusakan yang parah pada mesin. Berikut adalah pekerjaan-pekerjaan yang secara umum dilakukan pada perawatan berkala mesin mobil EFI.


PERSIAPAN UNTUK MENUNJANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Dalam bekerja, kita perlu mengutamakan keselamatan bagi diri kita sendiri dan bagi mobil yang akan kita rawat. Oleh karena itu, persiapan K3 penting kita lakukan untuk menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan dalam bekerja. Persiapan K3 yang perlu dilakukan dalam perawatan mesin mobil adalah sebagai berikut:

  1. Disarankan untuk memakai seragam kerja, sarung tangan, dan sepatu safety.
  2. Memposisikan kendaraan pada area kerja, memastikan transmisi pada posisi netral, rem parkir aktif, dan kunci kontak OFF.
  3. Memasang set cover (pelindung ruang kemudi dan bagian depan mobil).


MEMERIKSA BATERAI

Baterai merupakan sumber utama energi listrik pada mobil yang memiliki 3 fungsi utama yaitu mengaktifkan motor starter untuk memutar poros engkol, menghasilkan pengapian (percikan bunga api pada busi), dan menghidupkan sistem penerangan pada mobil. Baterai harus selalu dalam kondisi prima untuk dapat menghidupkan mesin dengan mudah pada saat suhu mesin masih dingin. Oleh karena itu, pada baterai perlu dilakukan pemeriksaan yang meliputi:

  1. Pemeriksaan kondisi visual fisik baterai terhadap kerusakan (terminal baterai, kabel baterai, kotak baterai, sumbat ventilasi, klem baterai).
  2. Pemeriksaan jumlah elektrolit baterai. Permukaan elektrolit setiap sel baterai harus berada pada Upper Level, bila kurang, maka perlu ditambahkan air suling sampai batas Upper Level. CATATAN! Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada baterai yang perlu perawatan, sedangkan untuk baterai Maintenance Free (MF) atau baterai bebas perawatan, maka pemeriksaan ini tidak perlu dikakukan.
  3. Pengujian baterai menggunakan Battery Tester (battery test, cranking test, dan charging test) harus didapatkan hasil yang baik dan normal.

Bila kondisi beterai tidak memenuhi aspek pemeriksaan dan pengujian yang dipersyaratkan, maka baterai harus dilakukan penggantian.


MEMERIKSA DAN MEMBERSIHKAN FILTER UDARA

Filter udara memiliki peranan yang penting untuk memastikan udara yang masuk ke dalam silinder selalu dalam kondisi bersih. Udara bersih yang dimaksud adalah udara yang bebas dari debu dan kotoran-kotoran yang dapat mengotori ruang bakar dan melukai dinding silinder mesin. Oleh karena itu, filter udara perlu dikalukan pemeriksaan secara visual apakah filter udara sudah terlau kotor atau belum. Bila filter udara belum terlalu kotor, maka filter udara cukup dibersihkan dengan cara disemprot menggunakan air bertekanan dari sisi yang berlawanan dari arah udara masuk. Tetapi bila sudah terlalu kotor, maka filter udara perlu dilakukan penggantian. Penggantian filter udara pada mesin biasanya dilakukan setiap 10.000 km sekali.


MEMERIKSA ENGINE OIL (OLI MESIN)

Oli mesin memiliki peranan yang sangat penting untuk melumasi komponen-komponen yang saling bergesekan di dalam mesin supaya tidak bersinggungan secara langsung. Oli mesin membentuk lapisan tipis pada permukaan komponen yang bergesekan, sehingga membuat komponen tersebut tidak mudah aus. Itulah mengapa oli mesin sangat wajib diperiksa dan dilakukan penggantian secara berkala. Pemeriksaan yang harus dilakukan pada oli mesin adalah sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan kuantitas (jumlah) oli mesin. Level oli mesin harus berada pada tanda FULL, bila kurang maka harus dilakukan pemeriksaan kebocoran oli pada area mesin.
  2. Pemeriksaan kualitas (kondisi) oli mesin. Pastikan bahwa kualitas oli mesin masih cukup kental dan cukup bersih, bila encer dan kotor, maka oli mesin harus dilakukan penggantian.


MELAKUKAN FLUSHING MESIN

Melakukan flushing pada mesin biasanya adalah opsi tambahan yang dilakukan sebelum melaukukan penggatian oli mesin dan filter oli mesin. Hal ini dilakukan supaya deposit dan kerak-kerak yang menempel pada komponen-komponen di dalam mesin dapat luruh dan ikut terbawa saat oli mesin dikuras. Flushing mesin dilakukan dengan cara menuangkan cairan engine flush dari lubang pengisian oli mesin. Setelah itu hidupkan mesin sekitar 5 menit, barulah oli dapat dikuras dan diganti dengan oli mesin dan filter oli mesin yang baru. CATATAN! Melakukan flushing mesin bukanlah hal yang wajib dilakukan, beberapa mobil mungkin memiliki pedoman perawatan yang berbeda-beda. Karena melakukan flushing pada mesin dapat menjadikan keuntungan bagi mesin tetapi di sisi lain juga dapat menjadikan kerugian bagi mesin. Oleh karena itu, biasanya mesin yang aman dilakukan flushing adalah mesin mobil yang sejak awal memang sudah sering dilakukan flushing secara rutin, sehingga deposit dan kerak-kerak yang tertimbun tidak terlampau banyak. Sedangkan bagi mesin mobil yang tidak dilakukan flushing secara rutin atau kondisi mesin yang buruk (sering terlambat ganti oli), sehingga deposit dan kerak-kerak yang tertimbun sangat banyak, maka bila mesin tersebut dilakukan flushing, justru malah dapat berakibat menyumbat saluran-saluran oli (oil gallery) terutama pada mesin yang menggunakan teknologi Variable Valve Timing-intelligence (VVT-i).


MENGGANTI OLI MESIN

Oli mesin sangat penting bagi usia dan performa mesin. Oli mesin dengan kualitas yang baik akan menghasilkan usia mesin yang lebih lama dan performa mesin yang optimal. Penggantian oli mesin dilakukan bila kualitas oli mesin sudah jelek atau secara rutin diganti setiap 10.000 km (6 bulan) sekali untuk pemakaian normal atau setiap 5.000 km (3 bulan) sekali untuk pemakaian berat. CATATAN! Oli mesin yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratan pada buku pedoman perawatan mobil yang bersangkutan.


MENGGANTI FILTER OLI MESIN

Filter oli mesin tidak dapat dibersihkan, sehingga harus diganti secara berkala. Penggantian filter oli mesin biasanya dilakukan setiap 20.000 km (12 bulan) sekali untuk pemakaian normal atau setiap 10.000 km (6 bulan) sekali untuk pemakaian berat. Saat penggantian filter oli, maka oli mesin juga harus sekalian diganti.


MEMERIKSA SISTEM PENDINGIN MESIN

Sistem pemdingin pada mesin sangat penting untuk menjaga suhu mesin tetap dalam suhu kerjanya dan mencegah mesin mengalami overheating (panas berlebih pada mesin). Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa sistem pendingin pada mesin dapat berkerja dengan normal. Caranya dengan:

  1. Memeriksa kuantitas (jumlah) air pendingin. Pastikan level air pendingin di dalam reservoir tank berada pada Upper Level (Full). Bila level air pendingin berada di bawah Upper Level, maka tambahkan air pendingin sampai batas FULL. Penambahan air pendingin mesin disesuaikan dengan air pendingin yang digunakan pada mesin tersebut. Bila menggunakan water coolant, maka tambahkan dengan water coolant. Bila menggunakan air biasa, maka tambahkan dengan air biasa.
  2. Memeriksa selang overflow radiator. Kondisi selang overflow dari tutup radiator ke tutup reservoir tank harus bebas terhadap kebocoran. Bila terdapat kebocoran, maka harus diperbaiki. 
  3. Memeriksa kualitas air pendingin mesin. Kualitas air pendingin mesin harus masih dalam keadaan bersih dan bening. Bila sudah terlalu kotor, maka air pendingin mesin perlu dikakukan penggantian. PERINGATAN! Jangan membuka Tutup Radiator pada kondisi mesin panas!
  4. Memeriksa tutup radiator. Katup relief dan katup vacuum, keduanya harus dipastikan masih dapat bekerja dengan baik. Untuk pemeriksaan tutup radiator yang lebih akurat, dapat dilakukan menggunakan radiator cap tester.
  5. Memeriksa kebocoran pada sistem pendingin mesin. Kebocaran sistem pendingin dapat dilakukan secara visual dengan melihat pada bagian sambungan-sambungan selang, klemp, thermostat, radiator, pompa air, dan pada jalur-jalur sirkulasi air pendingin mesin. Untuk pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin mesin yang lebih akurat, dapat dilakukan menggunakan radiator tester.


MENGGANTI AIR PENDINGIN MESIN

Air pendingin mesin perlu dilakukan penggantian secara berkala biasanya pada 40.000 km sekali atau bila air pendingin mesin sudah terlalu kotor. Air pendingin yang kotor tentunya membawa kotoran-kotoran berupa endapan kerak dari kikisan permukaan logam yang terkikis karena sirkulasi air dan permukaan logam yang korosi. Oleh sebab itu, air pendingin yang lama harus dikuras untuk membawa kotoran-kotoran tersebut keluar, baru setelahnya diisi ulang kembali dengan air pendingin yang baru dan bersih. CATATAN! Bila air pendingin mesin yang digunakan sebelumnya adalah air biasa, lebih baik untuk mengganti air pendingin mesin tersebut dengan air biasa dan jangan menggunakan water coolant. Karena pada mesin yang sudah terlanjur menggunakan air biasa, bila diganti dengan water coolant yang sifatnya meluruhkan kotoran, kerak, dan karat, justru dapat menyumbat saluran-saluran di dalam radiator. Sedangkan bila air pendingin mesin yang digunakan sebelumnya adalah water coolant, lebih baik untuk mengganti air pendingin mesin tersebut dengan water coolant dan jangan menggunakan air biasa, karena air biasa dapat memicu terjadinya korosi dan karat di dalam sistem pendingin mesin khususnya pada water jacket mesin.


MEMERIKSA DRIVE BELT

Drive Belt pada mesin memiliki fungsi utama untuk meneruskan tenaga putar dari pulley poros engkol untuk memutar alternator dan memutar kompresor AC (Air Coditioner). Oleh karena itu, bila Drive Belt tidak dalam konsidi yang baik, maka kinerja sistem pengisian baterai dan Air Conditioner dapat terganggu. Cara kita memastikan bahwa Drive Belt masih dapat meneruskan tenaga putar dari pulley poros engkol dengan baik adalah sebagai berikut:

  1. Memeriksa kondisi drive belt secara visual. Drive belt yang masih baik harus bebas terhadap kerusakan (keretakan, keausan, terkelupas, dan berserabut). Drive belt yang sudah jelek retak, aus, terkelupas (berserabut) harus dilakukan penggantian untuk mencegah Drive Belt putus.
  2. Memeriksa ketegangan drive belt. Memeriksa ketegangan drive belt dilakukan  dengan menarik atau menekan drive belt menggunakan spring scale dan ukur deformasinya. Deformasi yang direkomendasikan adalah 10 mm saat ditarik atau ditekan dengan gaya 10 kgf. Drive Belt yang kendor dapat mengakibatkan suara berdencit pada area mesin mobil dan mempengaruhi kinerja alternator dan kompresos AC. Oleh karena itu, kekencangan Drive Belt harus sesuai dengan kekencangan yang direkomendasikan. 


MEMERIKSA BUSI

Busi merupakan komponen sistem pengapian yang berfungsi untuk memercikkan bunga api di dalam ruang bakar mesin supaya terjadi pembakaran. Bila busi tidak dalam kondisi yang baik, busi tidak akan mampu memercikkan bunga api yang kuat dalam kondisi tekanan kompresi dan panas yang tinggi di dalam ruang bakar mesin. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan pada busi untuk memastikan busi dalam kondisi yang prima. Perawatan pada busi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Melepas kabel terminal negatif baterai untuk menghindari hubungan singkat arus listrik (konsleting) saat melepas busi.
  2. Memeriksa kondisi visual busi terhadap keausan elektroda, kerak karbon yang menempel, dan kerusakan insulator. Bila kondisi fisik busi mengalami kerusakan, maka busi harus dilakukan penggantian.
  3. Membersihkan busi menggunakan sikat kawat, cairan khusus pembersih busi, atau spark plug cleaner, kemudian semprot menggunakan udara bertekanan.
  4. Menyetel celah busi sesuai spesifikasi. Spesifikasi celah busi NGK atau DENSO biasanya tertera pada bodi businya atau bisa dilihat pada buku pedoman perawatan mobil yang bersangkutan.
  5. Menguji busi menggunakan spark plug tester. Pastikan pecikan bunga api pada busi berwarna biru, kuat dan terpusat. Bila percikan bunga api pada busi sudah lemah, berwarna merah, atau percikannya menyebar, maka busi harus dilakukan penggantian.

CATATAN! Untuk tipe busi iridium tidak perlu dilakukan perawatan, karena busi tipe ini wajib diganti saat sudah mencapai jarak tempuh tertentu, biasanya 100.000 km sekali.


MENGGANTI BUSI

Walupun busi selalu dilakukan perwatan berkala secara rutin, tetapi usia busi akan tetap berkurang sering pemaikaiannya. Oleh karena itu, busi tipe nikel (busi biasa) umumnya harus diganti setiap 40,000 km (24 bulan) sekali untuk pemakaian normal atau setiap 20.000 km (12 bulan) sekali untuk pemakaian berat.


MENGGANTI FILTER BAHAN BAKAR

Filter bahan bakar memiliki peranan yang sangat penting terhadap sistem bahan bakar mobil. Filter yang terlalu kotor dapat mengakibatkan aliran bahan bakar terhambat yang akan mengakibatkan sistem bahan bakar tidak bekerja normal. Sedangkan bila filter bahan bakar sampai mengalami kerusakan, sehingga kotoran dapat menembus filter, maka kotoran-kotoran yang masuk ke sistem bahan bakar dapat merusak injector bahan bakar. Dikarenakan filter bahan bakar pada mesin EFI tidak rekomendasikan untuk dibersihkan dan lokasinya yang terletak di dalam tangki bahan bakar atau di bawah kendaraan, maka filter bahan bakar bersifat sekali pakai dan pada umumnya harus dilakukan penggantian setiap 40.000 km sekali.


MEMBERSIHKAN INJECTOR

Membersihkan injector saat melakukan perawatan berkala dapat dilakukan tanpa melepas injector dari mesin. Terdapat 2 metode yang sering digunakan untuk membersihkan injector yaitu:

  1. Mencampurkan cairan injector cleaner yang dicampur dengan bahan bakar di dalam tangki bahan bakar mobil.
  2. Memasukkan cairan injector cleaner langsung pada pipa bahan bahan bakar yang menuju ke fuel rail (delivery pipe).

Setelah salah satu dari kedua cara diatas dilakukan, kemudian menghidupkan mesin mobil untuk beberapa saat. Hal ini dilakukan untuk membersihkan bagian dalam saluran bahan bakar serta bagian dalam lubang-lubang injector.


MEMBERSIHKAN RUANG BAKAR MESIN

Membersihkan ruang bakar mesin saat melakukan perawatan berkala dapat dilakukan tanpa melepas kepala silinder mesin. Hal ini dilakukan untuk membersihkan kotoran dan kerak-kerak yang menempel pada unjung injector, ujung busi, permukaan piston, dan permukaan ruang bakar mesin. Terdapat 2 metode yang sering digunakan untuk membersihkan ruang bakar mesin yaitu:

  1. Memasukkan atau menyemprotkan langsung cairan pembersih ruang bakar dari saluran masuknya udara (throttle body). Hal ini dilakukan dengan kondisi mesin hidup sambil membuka katup throttle hingga putaran mesin sampai sekitar 2000 rpm.
  2. Memasukkan cairan pembersih ruang bakar dari lubang busi, metode ini sering disebut “Gurah Mesin”. Hal ini dilakukan pada kondisi mesin mati. Kemudian tunggu beberapa saat hingga cairan pembersih bereaksi di dalam ruang bakar dan membentuk busa yang muncul dari dalam lubang busi. Setelah itu, hisap busa beserta kotoran-kotoran yang terlarut menggunakan alat vacuum.

Setelah salah satu dari kedua cara diatas dilakukan, kemudian menghidupkan mesin mobil untuk beberapa saat. Hal ini dilakukan untuk membilas ruang bakar dan memastikan ruang bakar sudah bersih.


MEMASTIKAN TIDAK ADA DIAGNOSIS TROUBLE CODES (DTC) PADA MESIN

Memeriksa DTC dapat dilakukan menggunakan On Board Diagnostic (OBD) Scanner. Bila terdapat DTC, tentu menyatakan bahwa kinerja mesin mobil tersebut bermasalah. Oleh karena itu, bila saat mesin hidup dan dilakukan scanning kemudian muncul DTC, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada komponen yang terdeteksi. Setelah ditemukan masalahnya dan diperbaiki, maka DTC yang muncul tadi harus dihapus, kemudian pastikan kembali bahwa sudah tidak ada DTC yang muncul. Menghidupkan mesin sekitar 5 menit, amati dan pastikan mesin bekerja dengan normal.


MELAKUKAN 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN)

Membersihkan tempat kerja, mengembalikan, membersihkan, dan merapikan alat-alat yang tadi digunakan.


Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOMPONEN-KOMPONEN DASAR ENGINE MANAGEMENT SYSTEM (EMS) PADA MESIN

ISTILAH - ISTILAH DAN KODE PADA BATERAI KENDARAAN BERMOTOR